Struktur batuan beku




1. Masif, struktur ini tidak menunjukkan adanya suatu sifat aliran atau fragmen batuan lain yang tertanam.

2. Pillow lava merupakan struktur yang terbentuk seperti bantal atau berbentuk bantal


3. Joint, dibagi dua yaitu :

a. Columnar jointing, berbentuk seperti tiang-tiang atau tegak lurus terhadap permukaan bumi.

b. Sheeting jointing, bila kekar berbentuk seperti lembaran-lembaran sejajar dengan permukaan bumi.

4. Vesikuler, apabila struktur tersebut terlihat suatu lubang-lubang bekas keluarnya gas dan lubang-lubang tersebut teratur.

5. Skoria merupakan struktur yang menampakkan lubang-lubang namun arahnya tidak teratur.

6. Amigdaloidal, struktur yang berlubang, akan tetapi lubang tersebut telah terisi mineral skunder.

7. Xenolit, struktur yang memperlihatkan fragmen dari batuan yang tertanam dalam masa batuan. Ini akibat peleburan yang tidak sempurna dari batuan samping di dalam magma yang mengintrusi.

8. Autobrecchia, struktur yang memperlihatkan adanya fragmen lava yang tertanam pada lava.


Read More Add your Comment 3 komentar


Macam-Macam Sesar



1. Sesar normal

Hanging wall relatif turun terhadap foot wall, bidang sesarnya mempunyai kemiringan yang besar. Sesar ini biasanya disebut juga sesar turun


2. Sesar mendatar

Pergerakan dari sesar ini horizontal. Sesar mendatar ditentukan dengan menghadap bidang sesar, bila bidang didepan bergerak kekiri seperti diagram disebut mendatar sinistal, dan sebaliknya sesar mendatar dekstral.



3. Sesar oblique

Pergerakan dari sesar ini gabungan antara horizontal dan vertikal. Gaya-gaya yang bekerja menyebabkan sesar mendatar dan sesar normal.



4. Sesar translasi

Sesar ini mengalami pergeseran sepanjang garis lurus. Biasanya Hanging wall relatif naik terhadap foot wall, dengan kemiringan bidang sesar besar. Sesar ini biasanya disebut juga sesar naik. Umumnya sesar normal dan sesar naik pergerakannya hanya vertikal, jadi sering disebut sebagai sesar dip-slip.


5. Sesar gunting

Pergerakan dari sesar ini juga sama dengan sesar oblique yaitu horizontal dan vertikal. Sesar yang pergeserannya berhenti pada titik tertentu sepanjang jurus sesar. Gaya yang bekerja sama dengan sesar normal.




Read More Add your Comment 3 komentar


Klasifikasi Berdasarkan Mineralogi Menurut SJ. Shand,1943 & SJ Elis,1948



I. Menurut SJ. Shand,1943

Leucocratic rock : bila mengandung 30% mineral mafic

Mesocratic rock : bila mengandung 30-60% mineral mafic

Melanocratic rock : bila mengandung 60-90% mineral mafic

Hiper Melanuc rock : bila mengandung >90% mineral mafic

II. Menurut SJ Elis,1948

Felsic : bila memiliki indeks warna <10%

Mafelsic : bila memiliki indeks warna 10% - 40 %

Mafic : bila memiliki indeks warna 40% - 70%

Ultramafic : bila memiliki indeks warna >70%


Read More Add your Comment 0 komentar


Cara buat tabel binomial



Pembuatan Tabel distribusi binomial dengan EXCEL melibatkan salah satu fungsi-fungsi Statistika dalam EXCEL yang dapat dipilih dengan menggunakan menu INSERT lalu klik FUNCTION atau dengan cara lansung yaitu memilih icon formula fx pada toolbars.

Distribusi Binomial yang akan kita buat adalah yang untuk satu titik b(x; n, p). Fungsi yang digunakan pada function excel adalah yang BINOMDIST.

Langkah Pembuatan, yaitu :

- Buka program EXCEL

- Pada lembar kerjanya isikan data berikut :

- Supaya seragam nilai di-set dengan 4 angka di belakang koma (Blok semua tempat nilai, lalu klik kanan, dan pilih setting number , decimal places yang sesuai)

- Di dalam sel pertama yaitu sel C6)

1. Ketikkan tanda =

2. Klik icon formula fx di toolbars

3. Pilih function Category : Statistical dan Function Name : BINOMDIST

4. Klik OK

Isilah variabel-variabel dalam fungsi tersebut;

Number_s (x) : B6 (sel yang memuat nilai x

Trials (n) : A6 (sel yang memuat nilai n = 2)

Probability_s (p) : C2

Cumulative : 0

Klik OK

Nilai yang akan keluar adalah 0.9801. Jika benar lanjutkan tahap selanjutnya

- Selanjutnya rubahlah variabel dalam formula bar diatas dengan menambahkan tanda $ (dollar). Formula akan menjadi seperti ini: =BINOMDIST($B6,$A$6,C$2,0)

- Hal ini dilakukan untuk dapat memudahkan dalam mendrag n drop hasil.

# tarik kekanan lalu kebawah

- Ulangi hal tersebut untuk n, x dan p yang lain

Klo ga mau susah download aja yang udah jadi(dalam format excel). Gunakan links dibawah ini untuk mendownload. Klo ada pertanyaan, saran dan kritik langsung kasih Comment aja



Read More Add your Comment 0 komentar


Klasifikasi Batuan Beku Berdasarkan Kimiawi ( CJ. Hughes, 1962 )




1. Batuan Beku Asam jika mengandung SiO2 lebih dari 66%. Contohnya Granit , Rhyolit

granit

2. Batuan beku Menengah/ intermediate jika mengandung SiO2 52-66% . Contohnya Diorit, andesit.


diorit

3. Batuan Beku basa jika mengandung SiO2 45-52%. Contohnya Gabro , Basalt.

gabro

basalt

4. Batuan Beku ultra basa jika mengandung SiO2 kurang dari 52%. Contohnya Peridotit, dunit.


peridotit



Ps : Sebagian gambar diambil dari http://en.wikipedia.org


Read More Add your Comment 3 komentar


Jenis-Jenis Batu bara




Sebelum kita membahas mengenai macam-macam batubara kita harus mengetahui terlebih dahulu pengertian atau apa itu batu bara. Jadi Batu bara itu adalah bahan bakar fosil. Batu bara dapat terbakar, terbentuk dari endapan, batuan organik yang terutama terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. Batu bara terbentuk dari tumbuhan yang telah terkonsolidasi antara strata batuan lainnya dan diubah oleh kombinasi pengaruh tekanan dan panas selama jutaan tahun sehingga membentuk lapisan batu bara. Jenisnya terdiri atas :

Batu bara dengan mutu yang rendah, seperti batu bara muda dan sub-bitumen biasanya lebih lembut dengan materi yang rapuh dan berwarna suram seperti tanah. Baru bara muda memilih tingkat kelembaban yang tinggi dan kandungan karbon yang rendah, dan dengan demikian kandungan energinya rendah. Batu bara muda biasanya digunakan untuk pembangkit tenaga listrik dan persentase penggunaan cadangannya didunia sekitar 17 %, sedangkan untuk sub-bitumen biasanya digunakan untuk Pembangkit listrik, Produksi semen dan Penggunaan untuk industri. Sub-bitumen ini penggunaan cadangannya didunia sekitar 30 % Batu bara dengan mutu yang lebih tinggi umumnya lebih keras dan kuat dan seringkali berwarna hitam cemerlang seperti kaca. Batu bara dengan mutu yang lebih tinggi memiliki kandungan karbon yang lebih banyak, tingkat kelembaban yang lebih rendah dan menghasilkan energi yang lebih banyak. Biasanya batubara yang tergolong seperti ini adalah bitumen dan antrasit. Bitumen penggunaan cadangannya didunia sekitar 52 % dan antrasit penggunaan cadangannya didunia sekitar 1 %. Antrasit merupakan batubara yang paling tinggi mutunya yang biasanya digunakan untuk bahan bakar minyak tanpa asap.



Read More Add your Comment 11 komentar


Font ala death note




Read More Add your Comment 0 komentar


Momentum dan Impuls



Momentum suatu benda yang bergerak adalah hasil perkalian antara massa benda dan kecepatannya. Dari pengertian ini dapat kita simpulkan bahwa setiap benda yang bergerak memiliki momentum. Secara matematis, momentum linear ditulis sebagai berikut:

P = M.V

p = momentum (besaran vektor)

m = massa (besaran skalar)

v = kecepatan (besaran vektor)

Karena terkendala penulisan berbagai rumus saya memutuskan untuk memberikan ebooknya saja mengenai momentum dan impuls. Download ebooknya melalui link di bawah ini :

DOWNLOAD

SEMOGA BERMANFAAT……………..!!!!!!!


Read More Add your Comment 0 komentar


Klasifikasi sesar




Berdasarkan orientasi pola tegasan utama yang menyebabkannya (Anderson, 1951) :

  • Thrust fault, jika pola tegasan utama maksimum dan intermediet adalah horizontal.

  • Normal fault, jika pola tegasan utama maksimum adalah vertikal.

  • Wrench fault (strike slip fault), jika suatu pola tegasan utama maksimum dan minimum adalah gorizontal.


Berdasarkan besar rake dari net slip (Billinge 1977).

1. Strike dip fault, jika net slip sejajar dengan strike sesar tidak ada komponen dip slip. Besar rake net slip 0o.
2. Dip slip fault, jika rake net slip adalah 90
o sehingga tidak ada komponen strike dip.
3. Diagonal slip fault, jika rake net slip lebih besar 0
o dan lebih kecil dari 90o. Sehingga disini mempunyai komponen dip slip.

Klasifikasi Sesar oleh E.W.Spencer, 1977”

Sesar translasi yaitu Sesar ini mengalami pergeseran sepanjang garis lurus

Sesar rotasi yaitu jenis sesar yang pergeserannya mengalami perputaran


Read More Add your Comment 3 komentar


 

My site

Komen Terbaru

© 2010 Nationalinks All Rights Reserved Thesis WordPress Theme Converted into Blogger Template by Hack Tutors.info